Batu, 9 Februari 2026 – Studi S1 Pariwisata Universitas Negeri Malang menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris bagi pegawai Aston Inn Batu sebagai upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam sektor perhotelan. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting bagi pegawai hotel, khususnya dalam menyambut tamu mancanegara, menjelaskan fasilitas, melayani permintaan, serta menangani keluhan secara profesional. Kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan pendidikan nonformal yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri pariwisata.
Pelatihan bertujuan membekali pegawai Aston Inn Batu dengan keterampilan bahasa Inggris praktis yang dapat diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari. Secara khusus, kegiatan diarahkan untuk mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, terutama peningkatan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan kapasitas tenaga kerja sektor perhotelan dan pariwisata.


Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 9 Februari 2026, di Aston Inn Batu, Kota Batu, dengan durasi dua jam. Pelatihan melibatkan dosen dan tim pelaksana dari Program Studi S1 Pariwisata UM serta pegawai Aston Inn Batu yang bekerja pada bagian resepsionis, pelayanan restoran, housekeeping, dan pelayanan pelanggan. Materi mencakup cara menyambut tamu, memberikan informasi mengenai fasilitas hotel, menanggapi permintaan, menangani keluhan, serta membangun komunikasi yang ramah dan efektif. Metode pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, latihan percakapan, praktik langsung, dan simulasi situasi pelayanan hotel.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari dan mempraktikkan ungkapan bahasa Inggris yang berkaitan langsung dengan pekerjaan mereka. Simulasi pelayanan membantu peserta menerapkan kosakata dan pola komunikasi dalam berbagai situasi, mulai dari proses penerimaan tamu hingga penanganan permintaan dan keluhan. Pelatihan melibatkan 27 anggota tim pelaksana, sedangkan jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan perlu dicantumkan secara terpisah agar cakupan penerima manfaat dapat diidentifikasi secara tepat. Data hasil evaluasi peserta juga perlu dilengkapi untuk menunjukkan perubahan kompetensi secara terukur.


Kegiatan ini berkontribusi terhadap Target 4.4 SDGs, yaitu peningkatan keterampilan teknis dan vokasional yang relevan dengan pekerjaan, serta mendukung Target 8.9 SDGs melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dalam sektor pariwisata berkelanjutan. Dosen pendamping, Satrio Nata Mulia, S.Par., M.Par., menyampaikan bahwa kemampuan bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting dalam menghadapi kebutuhan industri perhotelan yang semakin global. Sebagai tindak lanjut, pelatihan dapat dikembangkan secara berkala berdasarkan kebutuhan masing-masing unit kerja, disertai evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan agar peningkatan kompetensi peserta dapat diukur secara objektif.
