Program Studi Pariwisata, Universitas Negeri Malang, memiliki program kuliah tamu bersama Praktisi dan Akademisi Pariwisata dengan tema “Transformasi Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital” yang diselenggarakan pada tanggal 8 April 2026. Kegiatan ini dihadiri mahasiswa, akademisi dan praktisi dari program studi pariwisata yang membentuk rantai kolaborasi, bertujuan untuk membahas terkait keberlanjutan pariwisata pada pengaruh digitalisasi dalam mempermudah dan memastikan industri pariwisata tetap lestari secara lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Bentuk konkret kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dengan Direktur ESA Malang adalah bentuk kuliah tamu dari mata kuliah pariwisata berkelanjutan, Prasetya Aji Prakoso, S.E., M.M sebagai pembicara kunci dalam sesi utama kegiatan kuliah tamu Program Studi Pariwisata. 

Dalam presentasinya, Prasetya Aji Prakoso, S.E., M.M., meyampaikan bagaimana perkembangan teknologi seperti IOT, AI, VR, AR dapat menjadi penunjang untuk mendorong kemajuan pariwisata pada era digital yang berkelanjutan secara lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Tidak terbatas sebagai kuliah tamu, program seperti ini menjadi wadah dalam pembelajaran dan implementasi dalam kehidupan sebagai mahasiswa pariwisata. Hasil dari kegiatan ini akan dimanfaatkan untuk mengembangkan teknik pembelajaran sebagai wawasan baru di lingkungan akademik Universitas Negeri Malang. 

Kegiatan kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang dinilai selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 dan SDGs 8. Hal ini tercermin dari muatan materi dan proses pembelajaran yang mengintegrasikan perkembangan teknologi dengan kebutuhan industri pariwisata saat ini. Keterkaitan dengan SDGs 4 terlihat dari pelaksanaan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga melibatkan praktisi secara langsung, seperti Prasetya Aji Prakoso, S.E., M.M. 

Kehadiran praktisi memberikan gambaran nyata mengenai kondisi industri, sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual dan relevan. Selain itu, penyampaian materi terkait pemanfaatan teknologi digital turut mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi.

Sementara itu, keterkaitan dengan SDGs 8 tercermin dari pembahasan mengenai peran teknologi dalam mendorong inovasi dan efisiensi di sektor pariwisata. Pemanfaatan teknologi seperti IOT, AI, VR, dan AR dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat daya saing destinasi wisata. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja industri, tetapi juga membuka peluang kerja baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.