
Malang — Program Studi Pariwisata Universitas Negeri Malang (UM) menembus panggung internasional melalui program Academic Exchange and Global Collaboration di Filipina. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat daya saing global mahasiswa sekaligus memperluas jejaring akademik lintas negara.
Program tersebut merupakan bagian dari unggulan UIC College of Human Environmental Sciences and Food Studies (CHEFS), yakni Professional International Learning Opportunities and Training in Hospitality, Restaurants, and Tourism (PILOT-HRT) 2026. Kegiatan berlangsung pada 22–28 Maret 2026 di University Immaculate Conception (UIC), Filipina, dengan fokus pada pengembangan kompetensi global, pembelajaran kolaboratif, serta pemahaman lintas budaya dalam bidang pariwisata.
Sebanyak tiga dosen dan lima mahasiswa aktif Program Studi Pariwisata UM turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para dosen yang terlibat antara lain Prof. I Komang Astina, M.S., Ph.D., Prof. Dr. Dicky Arinta, S.Pd., M.Pd., dan Prof. Elya Kurniawati, S.T.P., S.E., M.M. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Pilar College of Zamboanga City, sehingga memperluas ruang kolaborasi akademik antarinstitusi.
Dalam pelaksanaannya, delegasi UM mengikuti berbagai agenda, mulai dari sesi akademik, kunjungan institusional, hingga pengalaman lintas budaya. Kegiatan tersebut mencakup benchmarking institusi, tur kampus, perkuliahan khusus, hingga eksplorasi budaya dan kota. Sejumlah lokasi strategis turut dikunjungi, seperti Arakan, Museum Davao, Department of Tourism Region XI, CHED Regional Office XI, hingga industri perhotelan Dusit Thani.
Menutup rangkaian kegiatan, seremoni penutupan berlangsung khidmat dengan penyampaian kesan dan pesan yang menguatkan komitmen kerja sama di masa depan. Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya kemitraan berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan pariwisata global.
Dosen Program Studi Pariwisata UM, Prof. Elya Kurniawati, menegaskan bahwa program ini memberikan dampak nyata bagi mahasiswa.
“Program ini membantu mahasiswa, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman secara langsung di lapangan,” ujarnya.
Lebih jauh, pengalaman internasional tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika industri pariwisata yang semakin kompetitif. Interaksi lintas budaya juga mendorong terbentuknya sikap profesional yang adaptif dan inklusif.
Melalui partisipasi dalam program ini, UM berharap dapat memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan pariwisata yang berdaya saing global. Kolaborasi dengan University Immaculate Conception pun membuka peluang pengembangan kurikulum, riset bersama, serta pertukaran mahasiswa dan dosen secara berkelanjutan.